Pendapat yang mengatakan “karakter” sulit di ubah boleh jadi merupakan pendapat yang benar tapi juga bisa jadi salah.
Memang betul, saat seseorang berusaha mengubah sifat orang lain misal istri ke suami atau orang tua ke anak, merupakan hal yang sulit karena “sifat” orang lain merupakan hal yang berada diluar wilayah kendali dirinya.
Kecuali ybs. dengan ataupun tanpa bantuan mediator / profesional, memiliki “ilmu” tentang bagaimana mempengaruhi orang lain dan itupun belum jaminan berhasil, tergantung dari seberapa besar ybs. dapat diterima oleh si orang “sulit” tsb.
Sebaliknya, saat seseorang dengan ataupun tanpa bantuan profesional berusaha mengubah dirinya, merupakan hal yang “mungkin” karena “sifat” merupakan hal yang berada dalam wilayah kendali dirinya, sehingga ybs. dengan ataupun tanpa bantuan profesional dapat mengupayakan dirinya sendiri untuk berubah. Untuk itu diperlukan “ilmu” tersendiri agar kita dapat dengan “mudah” berubah.
Saat seseorang telah beberapa kali ”mampu” memerintah atau mengontrol dirinya sendiri, berarti dalam diri ybs. telah terbentuk mekanisme “disiplin” yang bekerja secara otomatis. Mekanisme disiplin inilah yang selanjutnya akan menjadi “cetak biru” bagi disiplin disiplin lainnya, sehingga memudahkan ybs. menerapkan disiplin disiplin baru lainnya.
Tugas ybs. tinggal lagi memperluas jenis jenis disiplin lainnya sesuai dengan “ruang lingkup” yang diinginkannya, misal : disiplin menambah keahlian, disiplin menambah wawasan, disiplin menambah pengaruh, disiplin menambah jaringan (networking), disiplin menabung, disiplin berprestasi dsb.
Oleh : Isywara Mahendratto
“Pendapat yang mengatakan “karakter” sulit di ubah boleh jadi merupakan pendapat yang benar tapi juga bisa jadi salah.”
Menurut saya, ‘karakter’ itu bisa diubah. yang diperlukan bagi si pemilik karakter untuk mengubah karakternya adalah :
1. Sadar bahwa karakter bisa diubah
2. Mau mengubah karakter yang bisa diubah
3. Tekun/Disiplin untuk mengubah karakter yang mau diubah.
Isywara M. : Setuju ! Hal tersebut melengkapi penjelasan pada paragraf 4 yaitu : “Sebaliknya, saat seseorang dengan ataupun tanpa bantuan profesional berusaha mengubah dirinya, merupakan hal yang “mungkin” karena “sifat” merupakan hal yang berada dalam wilayah kendali dirinya, sehingga ybs. dengan ataupun tanpa bantuan profesional dapat mengupayakan dirinya sendiri untuk berubah. Untuk itu diperlukan “ilmu” tersendiri agar kita dapat dengan “mudah” berubah.”
oia, ada yang lupa…
salam kenal…
*dari yang ingin mengubah karakter*
Good..n nyata.